Pikiran Anak Autisme
Agustus 14, 2010
Autisme adalah gangguan yang dialami sekitar sepuluh di antara sepuluh ribu anak. Sebagian besar anak-anak dengan autisme mengalami kesulitan-kesulitan lain; beberapa di antaranya terbelakang sama sekali. Namun, sebagian anak dengan autisme memiliki kecerdasan normal. Dan ada sesuatu berkaitan dengan cara mereka memahami orang lain yang membuat mereka sangat berbeda dari kita. Tanyakanlah kepada seorang anak cerdas usia 12 tahun yang autis apakah artinya “bangga” dan apakah ia pernah bangga. Ada kebisuan yang panjang. Akhirnya, dengan kening berkerut, ia berkomat-kamit pada dirinya sendiri, “Aku tahu itu.” Kemudian, dengan ragu-ragu ia berkata, “Bangga itu seperti ketika seseorang mencetak gol dalam pertandingan sepak bola? Seperti itukah bangga?” la memperoleh jawaban yang benar, tetapi ia agaknya melakukan hal itu dengan cara yang amat berbeda dibandingkan dengan kebanyakan anak usia 12 tahun, yang segera tanpa sadar mengajukan contoh-contoh yang mengungkapkan keangkuhan. Temple Grandin, seorang perempuan autis yang juga guru besar yang sukses dan masyhur dalam bidang peternakan, berkata bahwa dia merasa seperti seorang antropolog di Mars. Pengetahuannya mengenai orang lain didapatnya secara susah-payah dan menyakitkan dari pengamatan yang cermat terhadap keteraturan perilaku mereka. Sebagian besar dari kita terlahir dengan kemampuan menghubungkan pikiran kita dengan pikiran orang lain. Orang-orang autis tampaknya harus memecahkan persoalan Pikiran Orang Lain dari awal.
Baca entri selengkapnya »