Pertussis Menjadi Epidemi di California

Juni 24, 2010

California sedang menghadapi wabah penyakit terbesar, pertusis, sejak 1958. Penyakit menular yang lebih dikenal sebagai batuk rejan akibat adanya teriakan khas yang terjadi ketika penderita batuk dan megap-megap.

“Batuk rejan sekarang epidemi di California,” kata Dr Mark Horton, direktur Departemen Kesehatan Masyarakat California, dalam sebuah pernyataan. “Anak-anak harus divaksinasi terhadap penyakit dan orang tua, anggota keluarga dan pengasuh bayi memerlukan suntikan (vaksin).”

Pada 15 Juni sebanyak 910 kasus telah dikonfirmasi di negara bagian itu. 600 kasus dugaan lain saat ini sedang diselidiki oleh pejabat kesehatan setempat.

Pertusis (batuk rejan) adalah infeksi saluran pernafasan yang ditandai oleh batuk paroksismal. Ini pertama kali diidentifikasi pada abad ke-16. Pada tahun 1906, Bordetella pertussis adalah penyebab paling umum. Sebelum munculnya vaksinasi, pertusis merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan anak-anak. Dilaporkan kasus pertusis menurun lebih dari 99% setelah pengenalan vaksin pertusis dikombinasikan dengan toksoid difteri dan tetanus pada tahun 1940. Namun, meskipun kemajuan yang cukup besar dalam pengendalian penyakit menular pada anak-anak melalui program imunisasi global, pertusis tetap merupakan penyakit yang menjadi perhatian kesehatan publik.

3 Responses to “Pertussis Menjadi Epidemi di California”


  1. […] Kedokteran lainnya tentang Regeneratif Stem Cells untuk mengatasi kebutaan pada mata serta berita Pertussis yang menjadi wabah di Amerika. Posted in Health, Resusitasi | Tagged Napas Buatan | Leave a […]


  2. […] yang disepakati oleh dokter dan pasien. Andaikan kasus ini menyangkut seorang penderita yang batuk-batuk. Beberapa minggu yang lalu, ia mendapat obat batuk dan rangkaian penisilin, karena sesuai perkiraan […]


  3. […] kasus ini menyangkut seorang penderita yang batuk-batuk. Beberapa minggu yang lalu, ia mendapat obat batuk dan rangkaian penisilin, karena sesuai perkiraan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s