Anatomi Telinga

Desember 12, 2010

Telinga adalah bagian pancaindra untuk pendengaran dan keseimbangan, terletak di sisi kepala. Telinga terdiri dari 3 bagian, yaitu telinga luar (auris externa), telinga tengah (auris media), dan telinga dalam (auris interna).

Telinga luar atau auris externa terdiri dari daun telinga (auricula), liang telinga (meatus acusticus externus), dan dibatasi oleh gendang telinga atau membrana tympani. Auricula dibentuk oleh tulang rawan elastin yang melekat erat dengan kulit, tanpa lapisan subcutis. Auricula ini berbentuk seperti cekungan dengan bagian terdalam dinamakan concha dan pinggiran bebasnya dinamakan helix. Pada concha terdapat lubang masuk liang telinga (meatus acusticus externus). Liang telinga ini melengkung ke depan sehingga untuk dapat melihat gendang telinga, daun telinga perlu ditarik ke belakang (untuk meluruskan liang ini).

Liang telinga yang panjangnya sekitar 2-3 cm mempunyai lapisan epitel dengan bulu halus disertai kelenjar keringat dan lemak (sebum) yang menghasilkan cerumen (wax). Bagian luar liang telinga dibentuk oleh tulang rawan sehingga bersifat mobile, sedangkan bagian dalam dibentuk oleh tulang tengkorak.

Membrana tympani mempunyai posisi miring menghadap ke bawah. Bentuknya tidak rata, tetapi menyerupai kerucut dengan diameter sekitar 10 nun. Bagian tengahnya dinamakan umbo merupakan kedudukan tulang pendengaran (os maleus). Membrana ini terdiri dari bagian keras (pars tensa) yang merupakan bagian terbesar dan bagian lunak (pars flaccida) di bagian atas. Pada keadaan normal, penyinaran pada membrana ini akan mem- berikan pantulan berupa gambaran segitiga di bagian depan bawah deng-an puncak pada tonjolan umbo.

Ruang telinga tengah atau auris media terdapat di sebelah dalam membrana tympani dengan ukuran sekitar 3-6 mm. Dindingnya dibatasi oleh gendang telinga (membrana tympani) beserta tulang di sebelah atas dan bawahnya.

Ke arah depan rongga ini mempunyai saluran yang berhubungan dengan kerongkongan (nasophagnx), yaitu melalui tuba auditiva atau tuba eustachii Saluran ini perlu untuk menyesuaikan tekanan di dalam ruangan itu dengan tekanan udara luar. Penye- suaian tekanan dilakukan melalui gerakan menelan ludah jika seseorang merasa telinganya tidak nyaman. Pada orang pilek, terutama pada anak-anak, saluran ini sering terstunbat sehingga pada penderita sering didapat keluhan telinga penuh. Telinga yang penuh itu jika clibiarkan akan dapat menyebabkan infeksi dan penyakit otitis media. Akibat telinga yang terinfeksi yang menghasilkan nanah, gendang telinga akan pecah jika nanah sudah terlalu banyak terkumpul.

Ke belakang rongga ini berhubungan dengan rongga dalam tulang yang dinamakan cellulae mastoidea, yaitu rongga berisi udara. Nanah yang banyalc pada penderita otitis media dapat juga mengalir ke sini sehingga didapati infeksi pada tulang yang dinamakan mastoiditis.

Dinding dalam auris media berbatasan dengan tulang pem- batas telinga dalam. Pada tulang ini terlihat penonjolan akibat keberadaan bangunan untuk penerirna rangsang keseimbangan bernama canalis semicircularis. Selain itu, terdapat tempat lekat tulang pendengaran, yaitu tulang sanggurdi (os stapes). Di bawahnya terdapat lubang bulat (foramen rotundum) yang tertutup membrana mucosa yang penting untuk memelihara keseimbangan tekanan di ruang telinga dalam. Selain itu, terdapat juga penonjolan akibat rumah siput (cochlea) penerima rangsang pendengaran di telinga dalam. Getaran suara yang diterima membrana tympani diteruskan melalui tulang pendengaran di telinga tengah, yaitu os maleus (tukul), incus (landasan), dan stapes (sanggurdi). Selanjutnya, tulang ini meneruskan getaran suara pada cairan endolymph dan setelah melalui reseptor pendengaran getaran dinetralkan kembali melalui getaran membran pada foramen rotundum.

Rongga telinga dalam dibatasi sekelilingnya oleh tulang tengkorak. Di dalamnya terdapat sistem keseimbangan (vestibular) yang terdiri dari 3 saluran setengah lingkaran (canalis semicircularis) bersama bagian bernama sacculus dan utriculus. Selain itu, terdapat pula organ pendengaran yang terdiri dari cochlea. Cochlea ini menyerupai rumah siput dengan permukaan dalam yang berbentuk spiral.

Tuba auditiva (tuba eustachit) terdiri dari bagian tulang dan bagian tulang rawan (dua pertiga depan), dengan penyempitan pada tempat peralihannya. Pada bayi dan anak kecil, saluran ini pendek (10 mm) dan lurus, pada orang dewasa panjangnya sekitar 30-40 mm dan melengkung. Pada posisi berbaring, tuba ini pada bayi dan anak kecil berkedudukan tegak lurus sehingga memudahkan masuknya lendir (dan infeksi) dari sekitar hidung ke tuba ini. Keadaan ini memudahkan terjadinya infeksi rongga telinga tengah pada bayi dan anak kecil (otitis media acuta).

Referensi
Anatomi Tubuh Manusia Oleh Daniel S. Wibowo

One Response to “Anatomi Telinga”

  1. Rahmawati Says:

    Bagaimana jika Helix pada bayi usia 4 bulan ukurannya tidak sama, apakah masih ada perkembangan ke depannya , dan bagaimana cara mengatasinya, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s