Masalah Diagnosis Kanker Paru

Desember 24, 2010

Jatuh-bangun ilmu kedokteran ditentukan oleh diagnosis. Ungkapan ini dapat diartikan secara harfiah. Diagnosis di dalam ilmu kedokteran berarti: penentuan jenis penyakit; mendalami dan memahami penyakit; pengetahuan tentang (gnosis) apa yang terjadi, karena hal tersebut sudah jernih.

Bagaimana diagnosis ‘ditentukan’, bagaimana kita tahu, apa yang kurang, apa masalahnya? Dengan kombinasi keluhan, gejala, temuan yang tampak pada pemeriksaan badan, biasanya menjadi jelas apa terjadi pada pasien. Dalam banyak kasus, penentuan diagnosis seperti ini yang disebut ‘diagnosis kemungkinan’, sudah mencukupi. Untuk penentuan diagnosis pastinya, perjalanan penyakit berperan penting. Apabila perjalanan penyakit sudah berlangsung cukup lama, dengan atau tanpa penggunaan obat-obat, berbeda dengan perjalanan yang berkaitan dengan diagnosis kemungkinan, diagnosis sementara itu kurang benar. Lalu obat-obat tadi dapat dihentikan dan dilakukan pemeriksaan tambahan, seperti foto rontgen atau laboratorium untuk sampai pada diagnosis yang tepat. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Sebaliknya, cara semacam ini merupakan tuntunan bijaksana yang disepakati oleh dokter dan pasien.

Andaikan kasus ini menyangkut seorang penderita yang batuk-batuk. Beberapa minggu yang lalu, ia mendapat obat batuk dan rangkaian penisilin, karena sesuai perkiraan mungkin saja hal ini suatu bronkitis. Namun, batuknya tidak berkurang. Jadi, tidak cocok. Oleh karena itu, diperlukan suatu pemeriksaan tambahan guna melihat kembali diagnosis kemungkinan yang salah tadi, yaitu ‘bronkitis sesudah dan akibat flu’. Jadi apakah keadaan ini? Kanker paru?

Dugaan kanker
Bagaimana caranya memastikan bila diduga ada kemungkinan kanker? Apa yang harus kita ketahui untuk menentukan diagnosis kanker? Andaikan, sebagai pemeriksaan tambahan dibuat foto rontgen rongga dada pada penderita batuk di atas, dan hasilnya ‘sesuai gambaran pada kanker paru’. Hal itu saja belum cukup untuk menentukan diagnosis kanker paru. Bukankah pada foto itu sebenarnya hanya dikatakan: ‘kalau ada dugaan kanker paru, foto ini cocok dengan perkiraan tersebut’. Pada foto, tampak ‘bercak kecil’ di paru. Gambar ini dapat berarti segala macam, termasuk kanker. Bercak dapat merupakan bayangan dari sesuatu yang terletak di dalam, depan atau belakang paru. Bila penderita merokok, lebih besar kemungkinannya bahwa bercak ini adalah gambar kanker paru dibandingkan bila penderita tidak merokok. Bagaimanapun juga, gambarannya memang sesuai dengan kanker paru. Namun, hal ini belum merupakan kepastian.

Hasil foto atau pemeriksaan darah sering hanya menunjuk pada kemungkinan tertentu. Jadi, hasil sebenarnya tidak lebih daripada suatu diagnosis kemungkinan baru. Bagi kanker, hal itu belum mencukupi. Harus ada ketepatan dan kepastian. Kanker hams dibuktikan dengan menunjukkan adanya penyimpangan ganas di dalam jaringan dan sel. Oleh karena itu, pemeriksaan mikroskopis dari jaringan tersangka di dalam contoh yang kita diperoleh lewat operasi, pungsi atau hapusan saluran udara, mutlak diperlukan. Baru sesudah pemeriksaan itu diagnosis kanker dapat dipastikan, dan baru kita mengetahui apa penyebab batuk tersebut.

Referensi
Kanker, Apakahitu? Oleh Prof. Dr. Wim. de Jong

One Response to “Masalah Diagnosis Kanker Paru”


  1. ada cara yang lebih sederhana gak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s