TIPS: Hidup Bersama Penderita Alzheimer

Oktober 2, 2012

Hidup bersama penderita yang pikun (Alzheimer) memang memerlukan perhatian dan pengertian khusus. Ada cara yang bisa dilakukan agar bisa tercapai keadaan yang optimal. Contohnya jangan terlalu cepat ringan tangan untuk membantu penderita melakukan pekerjaan sehari-hari. Bantuan ‘kecil’ yang diberikan bisa lebih memperparah keadaan. Misalnya dalam mengambil sesuatu benda, biarkanlah penderita melakukan sendiri meskipun pelan, asalkan tidak berbahaya. Perlu juga diperhatikan apa yang disebut Kemampuan Kemandirian Fungsional manusia.
Pada prinsipnya manusia yang sehat bisa melakukan hal-hal di bawah ini dengan baik.

Feeding
Kemampuan untuk menyiapkan makanan untuk dirinya yang sederhana meliputi kemampuan menyendokkan nasi dalam piring; memilih lauk; kemandirian dalam menghabiskan makanan serta kebersihan piring/gelas termasuk kerapian meletakkan peralatan makanan.

Bathing
Kemampuan untuk menyiram tubuh, menyabuni serta menggosok daki di tempat tertentu, menyirami kembali anggota tubuh yang terkena sabun, menggunakan handuk untuk mengeringkan tubuh dan seterusnya.

Dressing
Kemampuan untuk mengenakan pakaian dari gantungan baju atau setelah mandi; mengambil handuk serta baju dari rak, mengenakan serta mengancing, membuka atau melepaskannya.

Ambulation
Kemampuan bepergian

Toileting
Kemampuan mengatur hajat besar maupun kecil seperti masuk dan keluar WC, mencopot serta merapikan pakaian serta kemampuan untuk cebok atau membersihkan alat vitalnya

Transfer (dari tempat tidur ke kamar kecil)
Kemampuan untuk secara mandiri keluar dari kamar ti-durnya untuk ke toilet atau tempat mengatur hajat.

Continence
Apakah dalam melakukan hajat kecil/buang air kecil atau hajat besar /BAB penderita tersebut mengalami kesulitan atau masih dapat mengaturnya secara mandiri

Grooming
Kemampuan merapikan diri seperti menyisir maupun membereskan tempat tidur/sekitarnya

Communication Kemampuan berkomunikasi
Jika anggota keluarga Anda, sudah mulai menurun kemampuan atau bahkan sudah tidak bisa sama sekali melakukan hal-hal diatas, maka Anda perlu mempersiapkan diri untuk menerima beberapa fakta antara lain bahwa anda akan mengalami situasi yang sulit. Ingatlah bahwa penderita itu dalam keadaan sakit. Siapkanlah diri Anda untuk “tidak dihargai”. Lupakan nalar Anda dalam membantu penderita. Kemarahan, kejengkelan, frustasi Anda sebaiknya disalurkan ke tempat lain. Jangan selalu menganggap bahwa penderita selalu membuat ulah. Meskipun Anda perlu menyederhanakan dunia penderita, usahakan agar penderita tidak perlu diisolasikan maupun dibatasi dengan ketat aktifitasnya. Biarkan is melakukan hal-hal yang dapat dilakukannya sendiri asalkan tidak berbahaya.

Pustaka
Penyakit Degeneratif Oleh Dr. ERIK TAPAN MHA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s